Pengurangan Pembangunan Ruang Tunggu RSUD Soewondo, Sebuah Kelalean atau Kesengajaan

Pati, Jawa Tengah faktarakyat.id| – Rumah Sakit Soewondo, Pati, menambah ruang tunggu sebagai upaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pada khususnya di Kabupaten Pati. Pembangunan ruang tunggu ini dianggarkan dengan nilai Rp 990.000.000,00 (Sembilan ratus Sembilan puluh Juta Rupiah) pada tahun 2026, dengan sumber dana dari BLUD RSUD RAA SOEWONDO PATI. Kegiatan ini dilaksanakan oleh CV ABADI MAKMUR dengan waktu pekerjaan 120 hari.

Namun, dalam proses pembangunan ada beberapa keganjilan (5/2/2026). Di antaranya adalah tentang K3 ( Keselamatandan dan Kesehatan Kerja ), di mana tulisan peringatan di tempat kerja tentang tata tertib Keselamatan Kerja sepertinya diabaikan. Dan tulisan yang terpampang sepertinya bagai hiasan saja.

Selain itu, terlihat juga pembesian yang sudah berdiri dan tertanam oleh sloof dalam satu kolom ada beberapa ukuran besi yang berbeda ukuran.
Dan dalam pengerjaan pembesian setiap kolom panjang kurang lebih 350 cm, ada bebearapa tulangan besi yang di ikat dengan begel hanya 2 – 4 ikatan saja.

Saat di konfirmasi PPK RSUD Soewondo (9/2/2026) juga memanggil pengawas dari kegiatan ini, untuk memberikan jawaban kepada awak media faktarakyat.id, Namun, pengawas tersebut saat di klarifikasi, ada berapa jumlah batang besi yang berbeda pada setiap kolomnya ?, jawabannya tidak sesuai dengan pekerjaan yang ada di lapangan.

Dengan adanya temuan temuan di kegiatan ini. pengawas itu pun masih mengatakan bahwa pekerjaan yang di awasinya sudah sesuai spek dan tidak mengurangi volume.

Bagaimana bisa pekerjaan struktur bangunan sebuah pembesian kurangnya ikatan bisa di katakan sudah sesuai spek, dan pembesian dengan ukuran yang berbeda bisa di katakan sesuai volume. Untuk menilai kebenarannya, saat di minta untuk menunjukkan gambarnya, pengawas proyek itu tidak berani menunjukkannya.

PPK Rumah Sakit Soewondo, menyarankan pengawas untuk memberikan nomor yang bisa dihubungi, namun pengawas tersebut tidak segera memberi. Hal ini menimbulkan pertanyaan kredibilitas pengawas tentang kualitas bangunan apakah ada kesengajaan perubahan spek atau volume yang tidak sesuai dalam perencanaan dan juga sebagi pengawas apakah tidak memberikan teguran hal2 tentang pentingnya K3.

Dengan kejadian ini pihak-pihak terkait bs meninjau ulang yang untuk memastikan kualitas bangunan apakah sudah sesuai dengan perencanaannya.

faktarakyat
BSant