Berita Realita, Terpercaya dan Independen

Faktarakyat. id | Jepara – Kekecewaan mendalam menyelimuti laga Derby Jateng antara Persijap Jepara vs Persis Solo, kamis (5/3/2026) malam. Laga yang sejatinya berlangsung sengit dilapangan dengan skor 0–0, harus ternoda oleh aksi anarkis oknum suporter tamu yang memicu kerusuhan besar usai pluit panjang dibunyikan.
Pemicu kursi stadion di rusak, ketegangan bermula di tengah berjalannya pertandingan ketika oknum suporter Persis Solo mulai melakukan tindakan tidak terpuji di tribun tamu.
Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah fasilitas stadion GBK, terutama kursi – kursi si tribun mulai dicopot dan dirusak oleh oknum suporter yang tidak bertanggung jawab.
Aksi perusakan fasilitas publik di stadion Gelora Bumi Kartini ini terekam oleh kamera ponsel penonton dan dengan cepat tersebar di media sosial, memicu gelombang amarah seketika.

Suporter Persijap Jepara geram melihat rumah mereka di rusak, ribuan suporter Persijap Jepara yang memadati stadion tak mampu membendung amarah. Sorakan kecaman mulai menggema dari tribun tuan rumah. Suasana yang awalnya hanya tensi tinggi antara pemain di lapangan, berubah menjadi aroma konflik antara suporter.
Suporter Laskar Kalinyamat merasa aksi perusakan ini adalah penghinaan terhadap warga Jepara dan rumah kebanggaan mereka. “Kami menyambut tamu dengan baik, tapi fasilitas kami dihancurkan. Ini bukan soal sepakbola lagi, ini soal harga diri, “
Pecah kerusuhan usai laga puncak ketegangan terjadi tepat setelah wasit meniup pluit akhir pertandingan.
Gesekan di area tribun tak terelakkan hingga membludak ke area luar stadion. Massa yang tersulut emosi karena melihat kerusakan stadion terlihat bentrok fisik dengan oknum suporter tamu.
Pihak kepolisian sempat kewalahan meredam emosi massa yang jumlahnya ribuan, Gas air mata akhirnya dilepaskan untuk membubarkan kerumunan dan mengamankan evakuasi para pemain serta ofisial yang sempat tertahan di dalam stadion.
Poin utama kejadian :
Awal mula, perusakan kursi dan fasilitas Stadion Gelora Bumi Kartini oleh oknum suporter tamu.
Reaksi: Suporter Persijap geram melihat fasilitas rumah sendiri dihancurkan.
Klimaks: kerusuhan pecah usai laga Persijap vs Persis Solo hingga melibatkan aksi saling lempar di stadion. Kerugian, fasilitas stadion rusak berat dan beberapa orang dilaporkan mengalami luka – luka.
Catatan, “Kemenangan atau hasil imbang adalah bagian dari permainan, namun sportifitas dan menjaga fasilitas umum adalah kewajiban mutlak setiap pencinta sepak bola.
editor: gama





